Forex adalah bisnis yang cukup popuker akhir
–akhir ini. Banyak keuntungan yang akan kita dapatkan dari bisnis forex ini.
Tapi satu hal yang harus kita ketahui bahwa forex juga sangat beresiko tinggi,
sehingga tidak mudah bagi kita untuk bisa bertahan dalam bisnis ini. Salah satu
kunci bagi kita untuk bisa bertahan adalah dengan memiliki money management
yang baik. Trading dengan modal besar atau kecil tetap membutuhkan money
management yang baik. Jadi bisa dikatakan bahwa money management
sangatlah penting dalam bisnis ini.
Money management merupakan pengaturan modal sedemikian
rupa dalam rangka untuk meminimalisir resiko dengan baik untuk menghasilan
keuntungan yang optimal. Pengaturan modal erat kaitannya dengan pengaturan lot,
besarnya stop loss dan take profit dan juga compounding dalam forex.
Selain money management maka kita juga
perlu yang namanya resiko management. Dalam sebuah bisnis, resiko itu
pasti ada, maka dari itulah untuk menghasilkan keuntungan secara optimal maka
kita perlu yang namanya resiko management. Trader yang tidak memiliki resiko
management maka akan mengalami banyak kehilangan.
Beberapa resiko management yang dapat
dilakukan trader dalam trading diantaranya adalah:
1. Cut Loss / Buang Rugi
Cut loss adalah managemen risk yang dilakukan dengan segera menutup posisi
yang telah ada dalam kondisi rugi dengan tujuan menghidari kerugian yang lebih
besar karena melawan trend.
2. Switching
Seperti namanya, “switching”, artinya adalah beralih, yaitu beralih dari
posisi yang rugi menjadi posisi berlawanan dari posisi awal, dengan prediksi
trend yang saat itu terjadi masih akan diteruskan.
3. Averaging
Averaging adalah risk management yang dilakukan dengan menambahkan posisi
sama dengan posisi yang telah ada dengan tujuan mencari nilai tengah atau rata-rata.
Posisi baru diharapkan dapat mencover posisi awal yang telah floating loss,
jadi tidak perlu menunggu posisi awal untung cukup mencari nilai impas.
4. Locking / hedging
Locking atau kuncian adalah risk management yang dilakukan dengan jalan menambahkan
posisi berlawanan dengan posisi awal yang telah floating loss, dengan tujuan
mengamankan dana supaya tidak menderita kerugian lebih besar. Hampir sama
tujuannya dengan cut loss, tetapi locking masih menyisakan posisi dikarenakan
trader enggan kehilangan balance.
Risk management perlu diterapkan dalam trading dengan tujuan meminimalkan
resiko yang ada, karena pada dasarnya semua bisnis ada resikonya.
Ketidakmungkinan jika kita mengabaikaan resiko, melainkan meminimalkan resiko
yang ada. Trader yang baik selalu tanggap atas semua resiko tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar